Mahasiswa ULM Melaju ke Babak Final Kompetensi Debat Bahasa Inggris FORKOM 2026

Mahasiswa ULM Melaju ke Babak Final Kompetensi Debat Bahasa Inggris FORKOM 2026

Kabar membanggakan datang dari Universitas Lambung Mangkurat. Tim debat bahasa Inggris ULM berhasil meloloskan diri ke babak final Kompetensi Debat Bahasa Inggris FORKOM 2026, sebuah ajang bergengsi yang mempertemukan para debater muda terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan berpuncak di Universitas Pattimura, Ambon. Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa ULM mampu bersaing dan berbicara di level nasional.

Tim ULM diperkuat oleh dua mahasiswi berprestasi, yakni Aika Aslama Afnan dari Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris dan Fenny Afrianti Maylina Prameswari dari Jurusan Pendidikan Matematika. Meski berasal dari latar belakang keilmuan yang berbeda, keduanya justru saling melengkapi: ketajaman berbahasa Inggris berpadu dengan pola pikir analitis yang sistematis. Kolaborasi lintas jurusan ini terbukti menjadi kekuatan tersendiri yang mengantarkan tim melaju hingga babak final.

Tim debat bahasa Inggris ULM bersama dosen pendamping
Tim debat bahasa Inggris ULM bersama dosen pendamping

Perjalanan menuju babak final tidaklah mudah. Semuanya diawali dari babak penyisihan yang digelar secara daring pada 16 Oktober 2026, di mana setiap tim harus melewati dua putaran debat (2 rounds) yang menguras tenaga dan pikiran. Setiap putaran menguji kemampuan argumentasi, kefasihan berbahasa Inggris, kekompakan tim, serta ketajaman analisis dalam menyikapi berbagai isu aktual yang diangkat menjadi mosi. Dengan persiapan yang matang dan mental bertanding yang kuat, tim ULM tampil meyakinkan di setiap putarannya hingga akhirnya berhasil mengamankan satu tempat di babak berikutnya.

Kini, tantangan yang lebih besar telah menanti. Babak semifinal dan final dijadwalkan berlangsung secara luring di Universitas Pattimura, Ambon pada 6 November 2026. Di sana, tim-tim terbaik dari berbagai perguruan tinggi akan saling beradu argumen, strategi, dan kecerdasan dalam sebuah pertarungan gagasan yang sengit untuk memperebutkan gelar juara. Suasana kompetisi langsung tentu akan menjadi pengalaman yang berbeda dan menantang bagi Aika dan Fenny.

Prestasi menembus babak final ini tentu tidak diraih dalam semalam. Di baliknya ada kerja keras dalam latihan yang disiplin, kekompakan tim yang terus dibangun, serta keberanian untuk tampil dan menyampaikan pendapat dalam bahasa Inggris di hadapan para juri. Dukungan dari para dosen dan civitas akademika pun menjadi suntikan semangat yang berarti bagi kedua mahasiswi ini.

Mari kita berikan dukungan dan doa terbaik agar Aika dan Fenny dapat memberikan penampilan terbaiknya di Ambon. Semoga mereka pulang dengan prestasi membanggakan dan mengharumkan nama Universitas Lambung Mangkurat di kancah nasional.